Android

Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Flutter

Apakah kalian tau apa itu Flutte? Mari Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Flutter

Flutter yaitu sebuah teknologi untuk membangun suatu mobile apps yang dibuat oleh Google. Dengan menggunakan Flutter seseorang dapat membuat aplikasi Android dan iOS sekaligus, dengan menggunakan bahasa Dart yang juga dibuat oleh Google dan merupakan bahasa general purpose.

Apa itu Flutter?

Flutter adalah sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membangun antarmuka (user interface/UI) aplikasi Android dan iOS.

Hasil gambar untuk flutter
Flutter

Flutter juga merupakan aplikasi yang dapat digunakan di lebih dari satu platform (cross-platform framework). Aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Flutter dapat dijalankan baik di platform Android maupun iOS dengan begitu hal ini akan menghemat waktu dan mudah untuk mempelajari bahasa native yang digunakan di masing-masing platform.

Flutter merupakan SDK opensource yang dikembangkan dan dikelola oleh Google yang dirilis pertama kali pada tahun 2017. Flutter sendiri menggunakan bahasa pemrograman dartCompiler aplikasi dart menggunakan metode “ahead of time (AOT)”, dimana sistem yang sudah di compile sedari awal menjadi sistem native.

Sejarah Singkat Flutter

Versi pertama Flutter dikenal dengan nama kode “Sky” dan berjalan di sistem operasi Android dan diresmikan pada KTT pengembang Dart pada tahun 2015 , dengan maksud agar dapat merender secara konsisten pada 120 frame per detik.

Dart merupakan bahasa pemrograman baru yang dikembangkan oleh Google pada tahun 2007 namun baru rilis versi stabilnya (versi 2.0) pada tahun 2018 lalu. Dart merupakan bahasa pemrograman yang menarik untuk diperhatikan dimana semakin populer dari hari demi hari. Bahasa ini dapat diskalakan dan dapat digunakan untuk menulis skrip sederhana atau aplikasi berfitur lengkap.

Hasil gambar untuk apa itu dart
Dart

Dart pertama kali diresmikan pada konferensi GOTO di Aarhus, Denmark pada 10-12 Oktober 2011 yang dalam pengerjaan proyeknya dipimpin oleh Lars Bak dan Kasper Lund. Sebelum rilis versi stabilnya, pada tahun 2013, dart merilis pertama kali pada versi 1.0 ke publik dimana google memberikan dukungan secara penuh untuk flutter yang merupakan framework yang menerapkan bahasa pemrograman dart.

Dart dan flutter sendiri bermula ketika muncul ide ngawang dari pihak google yang menyatakan bahwa seharusnya terdapat cara yang lebih efektif dalam membuat apalikasi mobile yang mendukung segi Interface UI/UX.

Selama keynote Google Developer Days di Shanghai, Google mengumumkan Flutter Release Preview 2, yang merupakan rilis besar terakhir sebelum Flutter 1.0. Pada tanggal 4 Desember 2018, Flutter 1.0 dirilis di acara Flutter Live, yang menunjukkan versi “stabil” pertama dari Framework tersebut. Pada 11 Desember 2019, Flutter 1.12 dirilis di acara Flutter Interactive.

Kelebihan & Kekurangan Flutter

Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Flutter. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan nya

Kelebihan Aplikasi Flutter :

  1. Dukungan dari Google 
  2. Dukungan dari berbagai Komunitas
  3. Dokumentasi Resmi Yang Jelas dan Terstruktur
  4. Satu CodeBase untuk banyak Platform (iOS, Android, Web, Mac Os)
  5. Menggunakan Bahasa Dart
  6. Proses pembuatan aplikasi lebih cepat ketimbang Native App
  7. Biaya Produksi product lebih murah ketimbang Native App
  8. Hot Reload
  9. Animasi dan API yang lebih lengkap daripada React Native
  10. Kode yang ditulis lebih sedikit

Baca Juga : Belajar Pengembangan Android dengan Kotlin

Kelebihan bagi developer :

1. Fast Development

Fitur menggabungkan semua komponen untuk iOS dan Android untuk memberikan kinerja dasar native untuk aplikasi Anda.

2. Mudah dimengerti dan dipelajari

Flutter menggunakan Dart, jadi mudah dipelajari dan dipahami. Seseorang dapat memulai pengaturan dan membuat aplikasi Flutter dari situs resmi Flutter.

3. Hot Reload

Fitur ini membantu kita mendebug kode lebih cepat dibandingkan dengan pengembangan aplikasi native, jadi kita dapat terus menguji dan men-debugnya, dan membangun aplikasi yang bagus.

4. Single Codebase

Fitur basis kode tunggal membantu kita untuk membuat app dengan lebih cepat daripada pengembangan app native lainnya.

5. Expressive UI

Kita dapat membangun UI yang ekspresif dengan Flutter material design yang indah dan Widget Cupertino (rasa iOS), Rich Motion API, dan pengguliran alami yang halus.

6. Komunitas yang berkembang

Flutter telah menjadi komunitas pengembangan yang paling berkembang di seluruh dunia dalam pengembangan aplikasi. Yang terus mendiskusikan fitur-fitur baru dan mengatasi bug saat mengembangkan aplikasi Flutter.

Kelebihan bagi pelanggan dan bisnis :

1. Fast Development

Pengembangan yang cepat juga merupakan kelebihan bagi pelanggan dan bisnis.

2. Pengelolaan Aplikasi

Dalam Flutter semuanya adalah widget. Jadi mudah untuk menyesuaikan dan Mengelola aplikasi. misalnya jika kami memerlukan penyesuaian berdasarkan pasar, maka mudah dan cepat untuk memperbarui dan mengelola aplikasi.

3. Waktu dan Biaya

Flutter akan menghemat biaya dan waktu. Tidak perlu tim pengembangan dan pengujian terpisah untuk platform iOS dan Android.

4. Pengelolaan Team

Dengan fitur bawaan pengembangan Flutter, hanya perlu satu tim pengembangan dan pengujian Flutter untuk mengembangkan dan mengelola aplikasi

Kekurangan Flutter :

  • Performa masih kalah dengan Native App
  • Library yang belum selengkap React Native
  • Umur yang relatif muda ketimbang Native App dan React Native
  • Developer yang lebih kewalahan karena menulis dua Platform

Kekurangan yang lain dari Flutter :

1. Teknologi yang Masih Baru

Dengan usia pengembangan yang tergolong muda, Flutter, beserta bahasa pemrogramannya — Dart — masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama soal kurangnya fitur kompleks yang diperlukan dalam pengembangan aplikasi yang lebih rumit. Faktanya, Flutter bahkan tidak memiliki guideline yang jelas untuk keperluan pengembangan aplikasi sehingga pengembang dituntut untuk mampu berkreasi sendiri.

2. Aplikasi yang Dihasilkan Cenderung “Berat”

Meskipun performanya cukup stabil, aplikasi yang dikembangkan dengan Flutter cenderung lebih banyak memakan ruang penyimpanan dan lebih berat saat diproses. Dengan kata lain, optimalisasi kode perlu dilakukan terus-menerus secara bertahap, terutama jika aplikasi tersebut masih memiliki banyak bug atau glitch. Sebagai perbandingan, ukuran aplikasi Hello World yang hanya sekitar 539 KB pada native Java dapat membengkak hingga 4,7 MB di Flutter. Masalah ini kemungkinan besar ada pada kemampuan kompresi paket yang kurang efisien.

3. Tampilan yang Tidak Sama Persis dengan Aplikasi Native

Terlepas dari dukungan dan isi library yang cukup banyak, hasil akhir pengembangan mobile app dengan Flutter masih belum bisa menyamai pengembangan secara native, baik di Android maupun iOS. 

Demikian artikel ini saya buat semoga bermanfaat Terimakasih.

Info Saya : WhatsApp

Irsyad

Irsyad Muhamad mahasiswa aktif Universitas Stikubank Semarang

Anda mungkin juga suka...

1 Komentar

  1. […] Baca Juga : Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Flutter […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *