Bahasa pemrograman kotlin
Android

Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Kotlin

Sudahkah kalian mengenal Kotlin? Jika belum mari kita simak artikel yang saya buat yaitu tentang Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Kotlin

Apa itu Kotlin?

Kotlin adalah bahasa utama yang digunakan dalam pengembangan Android.

Kotlin
Bahasa Pemrograman Kotlin

Kotlin juga merupakan bahasa pemrograman baru yang dibuat oleh JetBrains yang mengusung pemrograman pragmatis untuk JVM seperti yang telah dibahas oleh mas Yana Permana pada artikel Rilis Kotlin.

Di zaman modern dan canggih seperti sekarang ini, Kotlin sudah stabil dan banyak digunakan oleh industri seperti halnya Gojek, Netflix, Twitter dan masih banyak lagi. Biasanya dapat digunakan untuk berbagai macam pengembangan aplikasi, baik itu server atau backend, maupun website. Bahkan saat ini tengah dikembangkan Kotlin/Native, yang memungkinkan developer untuk menggunakannya sebagai bahasa pemrograman dalam pengembangan aplikasi di platform lain seperti embedded system, desktop, macOS, dan iOS.

Belajar Pemrograman Kotlin

Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Kotlin. Kotlin sekarang adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan oleh developer Android. Mari belajar.

Deklarasi Kotlin

Kotlin menggunakan dua kata kunci variabel : val dan var

  • Gunakan val untuk variabel yang nilainya tidak pernah berubah.
  • Gunakan var untuk variabel yang nilainya dapat berubah.

Contoh di bawah, count adalah variabel dari jenis Int yang diberi nilai awal 5 :

Contoh Program :

var count : Int = 5

Int sendiri yaitu jenis yang merepresentasikan bilangan bulat, salah satu dari berbagai jenis numerik yang dapat direpresentasikan di Kotlin. Serupa dengan bahasa lain, dapat juga menggunakan Byte, Short, Long, Float & Double tergantung pada data numerik yang di buat.

Untuk kata kunci var berarti dapat menetapkan ulang nilai ke count sesuai kebutuhan. Misalnya, dapat mengubah nilai count dari 15 menjadi 20 :

Contoh Program :

var count : Int = 15

count = 20

Namun, beberapa nilai tidak dapat diubah. Pertimbangkan String yang disebut languangeName. Jika ingin memastikan bahwa languangeName selalu memiliki nilai “Kotlin”, Anda dapat mendeklarasika nmenggunakan languangeName kata kunci val :

Contoh Program :

val languangeName : String = “Kotlin”

Kata kunci ini memungkinkan Anda untuk menjelaskan apa saja yang dapat diubah. Gunakan untuk keuntungan Anda sesuai kebutuhan. Jika referensi variabel harus ditetapkan ulang, deklarasikan sebagai var. Jika tidak, gunakan val.

Inferensi jenis

Nilai “Kotlin” adalah dari jenis String compiler menganggap bahwa languangeName juga merupakan String. Kotlin adalah bahasa berjenis statis. Ini berarti bahwa jenis ini diselesaikan pada waktu kompilasi dan tidak pernah berubah.

Pada contoh berikut, languangeName dianggap sebagai String, sehingga Anda tidak dapat memanggil fungsi apa pun yang bukan bagian dari class String.

Contoh Program :

val languageName = “Kotlin”
val upperCaseName = languageName.toUpperCase()

// Fails to compile
languageName.inc()

Untuk toUpperCase() adalah fungsi yang hanya dapat dipanggil pada variabel jenis String saja, Karena compiler Kotlin telah menganggap languageName sebagai String, dapat memanggil toUpperCase() dengan aman. Akan tetapi, Inc () adalah fungsi operator Int : sehingga tidak dapat dipanggil di String. Pendekatan Kotlin untuk inferensi jenis memberi keringkasan dan keamanan jenis.

Kotlin Bersyarat

Kotlin memiliki beberapa mekanisme untuk menerapkan logika bersyarat. Salah satu mekanisme adalah pernyataan if-else. Jika ekspresi yang digabungkan dalam tanda kurung di samping kata kunci if mengevaluasi ke true, kode dalam cabang tersebut akan dieksekusi. Jika tidak else yang akan dijalankan.

Contoh Program :

if (count == 20) {
    println(“Saya Bisa.”)
}

else {
    println(“Saya Tidak Bisa.”)
}

Kalian juga dapat merepresentasikan beberapa kondisi menggunakan else if. Hal ini memungkinkan merepresentasikan logika yang lebih terperinci dan kompleks dalam pernyataan bersyarat tunggal, seperti contoh berikut :

Contoh Program :

if (count == 42) {
    println(“I have the answer.”)
}

else if (count > 35) {
    println(“The answer is close.”)
}

else {
    println(“The answer eludes me.”)
}

Pernyataan bersyarat berguna untuk merepresentasikan logika berstatus, tetapi mungkin mendapati bahwa melakukan pengulangan sendiri saat menulisnya. Pada contoh di atas, cukup mencetak String di setiap cabang. Untuk menghindari pengulangan ini, Kotlin menawarkan ekspresi bersyarat. Contoh terakhir dapat ditulis ulang sebagai berikut:

Contoh Program :

val answerString: String = if (count == 20) {
    ” Aku Bisa.”
}

else if (count > 30) {
    “Aku Tidak Bisa .”
}

else {
    “Aku Benar-Benar Bisa.”
}

println(answerString)

Keamanan null

Dalam beberapa bahasa, variabel jenis referensi dapat dideklarasikan tanpa memberikan nilai eksplisit awal. Dalam kasus ini, variabel biasanya berisi nilai null. Secara default, variabel Kotlin tidak dapat memiliki nilai null. Artinya, cuplikan berikut tidak valid :

Contoh Program :

// Fails to compile
val languageName: String = null

Untuk variabel yang memiliki nilai null, jenisnya harus nullable. Anda dapat menentukan variabel sebagai nullable dengan menambahkan akhiran jenisnya dengan ? Seperti contoh :

Contoh Program :

val languageName: String? = null

Dengan jenis String dapat menetapkan nilai String atau Null ke languangeName. Kalian harus menangani variabel nullable dengan hati-hati atau akan timbul risiko NullPointerException yang dikhawatirkan. Di Java, misalnya, jika Anda mencoba memanggil metode pada nilai null, program akan error.

Kelebihan & Kekurangan Kotlin

Belajar Pengembangan Aplikasi Android dengan Kotlin. Setelah mengetahui pengertianKotlin, pastinya kamu sudah tertarik untuk mengetahui apa saja fitur yang dimilikinya, kan?

Kelebihan atau Keistimewaan :

1. Mudah dipelajari

Kotlin adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling mudah untuk dipelajari. Jadi, jika sebelumnya sudah mampu menggunakan Java, pastinya akan merasa lebih mudah saat mempelajari bahasa pemrograman ini.

2. Dapat dioperasikan dengan Java

Kelebihan dari kotlin juga sangat mudah saat dioperasikan dengan bahasa pemrograman lain yaitu Java. Pengguna tidak perlu merasa kesulitan lagi saat menggunakan Kotlin dalam proyek yang awalnya menggunakan bahasa Java atau biasa di sebut User Friendly.

3. Mampu meminimalisir kesalahan

Kotlin termasuk salah satu bahasa pemrograman yang diketik secara statis, makanya penggunabisa mengetahui jika terdapat kesalahan pada saat kompilasi. Bahasa pemrograman yang diketik secara statis memang akan melakukan type checking saat sedang melakukan kompilasi.

4. Lebih ringkas daripada yang lain

Bahasa pemrograman Kotlin lebih ringkas jika dibandingkan dengan Java. Pengguna hanya perlu menulis coding yang lebih pendek saat menggunakan Kotlin. Jadi, hal tersebut bisa menghemat tenaga dan waktu dari para penggunanya.

5. Memiliki fitur-fitur yang beraneka ragam

Kotlin telah dibekali dengan fitur lanjutan yang beraneka ragam fungsi. Misalnya, operator overloadinglambda expressions, hingga string templates.

Baca Juga: Apa itu Codeigniter? Kelebihan & Kekurangan

Kelemahan & Kekurangan :

Semua bahasa pemrograman tentunya tidak hanya memiliki sejumlah kelebihan saja, pastinya juga memiliki beberapa kekurangan. Sepertihalnya Kotlin yang juga memiliki sejumlah kekurangan jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.

Berikut Kelemahan atau Kekurangan nya :

1. Kotlin developer sulit ditemukan

Kekurangan yang pertama dari Kotlin adalah masih sedikitnya orang yang ahli menggunakan bahasa pemrograman ini. Permintaan Kotlin developer memang tiba-tiba meningkat setelah Google mengumumkan bahwa bahasa pemrograman ini dapat digunakan untuk membangun aplikasi Android.

Namun, dengan begitu sampai saat ini masih cukup sulit untuk mencari karyawan yang benar-benar memahami Kotlin. Jadi, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk mencari Kotlin developer.

2. Kecepatan kompilasi yang berfluktuasi

Kotlin bisa melakukan kompilasi dengan waktu yang cepat dan bahkan lebih cepat dari Java. Namun, hal tersebut hanya dalam beberapa kasus saja. Karena, tidak semua pengguna Kotlin merasa bahwa kompilasi yang dilakukan selalu bisa berjalan dengan cepat.

3. Komunitas Kotlin masih cukup sedikit

Jika dibandingkan dengan Java, tentu saja Kotlin terbilang masih sangat baru. Bahkan, menurut para pengembangnya, Kotlin dibuat karena terinspirasi dari banyak bahasa pemrograman dan salah satunya adalah Java.

Sekian artikel ini saya buat semoga bermanfaat. Terimakasih

Info Saya : WhatsApp

Irsyad

Irsyad Muhamad mahasiswa aktif Universitas Stikubank Semarang

Anda mungkin juga suka...

1 Komentar

  1. […] Baca Juga : Belajar Pengembangan Android dengan Kotlin […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *